Pernah bolos kuliah demi.....
Tulisan kali ini adalah tulisan aku beberapa tahun yang lalu, tentang perjalanan aku di beberapa kota. Rela bolos kuliah demi pengalaman yang luar biasa. Rajin daftar program kepemudaaan dan organisasi, jadinya harus rela izin ga masuk kelas beberapa hari. Bagaimana ceritanya, check this out! Ini adalah cerita yang aku rangkum, perjalanan, pertemanan. Mariiii di bacaa :)
Siapa
yang tidak gembira bila mendapatkan kesempatan untuk bepergian ke daerah yang
sudah didambakan sejak lama dengan dana yang tidak begitu banyak. Itulah yang aku
rasakan di hampir penghujung 2015, tepatnya pertengahan oktober 2015, aku lulus
salah satu program Asia Pacific Urban Youth Assembly di Jakarta,aku yang berada
di Medan dan biaya transportasi semua ditanggung oleh Kementrian Pekerjaan
Umum. Terimakasih banyak PU, Hehehe.
Dua hari
di Jakarta, karena aku sendiri dan belum ada yang aku kenal, menuntut aku harus
aktif, sehingga aku dipertemukan dengan pemuda-pemuda yang tangguh dan
petualang sejati. Rata-rata mereka adalah relawan, founder komunitas maupun
anggota aktif di komunitas-komunitas di tempat mereka berasal. Dalam setiap
pembicaraan aku mengutarakan ingin berkeliling pulau jawa,dan tak
disangka-sangka ada dua orang teman aku yang sama seperti aku. Mereka adalah
Hari dan Bella, dua anak muda dari Pekanbaru, dari komunitas Indonesia-Youth
Education and Social. Wah, seneng banget rasanya bertemu dengan mereka. Tentu
saja kali ini dengan biaya sendiri, tidak semahal jika aku dari Medan, dana
karena kami berangkat dari Jakarta.
Baiklah, mari
kita mulai petualangan mendadak ini. Sebelumnya aku berpikir jika sendiri aku
tidak akan jadi karena ini adalah pertama kali bagi aku, aku belum mengenal dan
tidak tahu dimana aku tinggal. Rute perjalanan kami adalah
Jakarta-Bandung-Malang-Jogjakarta. Tanpa susah payah,teman-teman dari program
yang tinggal di kota tempat kami ingin berkunjung juga menyediakan kami tempat
tinggal dan sebagai tour guide kami. Sungguh lengkap dan sangat bersyukur.
Perjalanan
yang kami rencanakan adalah 7 hari, kami mulai pada hari senin,19 oktober 2015.
Jakarta ke Bandung kami tempuh dengan kereta selama 1 jam 45 menit dari stasiun
senen. Di Bandung kami hanya 2 jam,hanya numpang makan siang hahaha. Kenapa
kami tidak berlama-lama karena kami bertiga sudah pernah ke Bandung,sehingga
kami memilih tempat yang belum pernah kami kunjungi. Setelah makan siang, kami
langsung ke stasiun Bandung dan membeli tiket Bandung-Malang.
Di kereta
kelas ekonomi, disini kami benar-benar diuji, perjalanan selama 16 jam dan
empat kali berhenti di stasiun sepanjang pulau jawa,tetapi kami sama sekali
tidak merasa susah,malah tertawa dan saling bercerita pengalaman masing-masing.
Kami masih tidak percaya akan melakukan perjalanan ini,hahaha. Di kereta kami
hanya membawa bekal dan minuman seadanya. Tetapi,kami bertemu dengan keluarga
sederhana yang membawa makanana,nasi goreng,pisang dan kopi. Kebetulan aku
adalah keturunan jawa,jadi kami berbincang dan mereka sangat ramah dan baik.
Dikereta
kami tidur,makan dan menikmati perjalanan. Akhirnya, selasa 20 oktober 2015 kami
sampai di Malang. Kami langsung di jemput teman kami,yaitu mas Ikbar,lalu kami
beristirahat di mesjid dan segera melakukan perjalanan mengelilingi
Malang. Tiada kata lelah, kami bersama mas Ikbar,Tambah dan Mbak april. Kami
hanya meletakkan barang-barang dan teman-teman kami sangat baik memakai motor
pribadi mereka untuk mengajak kami berkeliling. Enam orang dengan tiga motor
kami ke museum angkut,kami tidak masuk karena uang kami pas-pasan hahah,jadi
kami hanya numpang foto diluar karena memang diatas udaranya sangat sejuk dan
Bella yang dari Pekanbaru,pada saat itu pekannaru di liputi asap tebal,ia
sampai nyeletuk “akhirnya bisa melihat awan biru dan langit cerah hahaha, sontak
kami pun ikut tertawa.
Selanjutnya
kami ke Desa Sumber Brantas,rencananya akan melihat kebun apel,tetapi apa daya
kebunnya kosong dan hanya ada tanah gembur dan rumah kecil yang membuat
pemandangan seperti lukisan. Udara sejuk dan suasana ini sangat aku
rindukan,heheh. Sepanjang mata memandang,kami melihat perbukitan dan pepohonan
serta rumput-rumput hijau. Tak lama kemudian,teman kami bernama Tambah mengajak
kami untuk mengunjungi Ibu kepala desa setempat,katanya sih mau
silaturahmi,mana tau dapat makan malam gratis. Benar saja,kami ditawari makan
malam dan teh hangat yang sangat enak. Pertama kali aku merasakan teh yang
sangat enak,namanya si teh bungkus merah, Hahaha.
Kami
pulang ke kos teman kami,yaitu mbak april, dan tidak ada kata isitirahat. Kami
langsung membeli makanan untuk berbekal ke Gunung Bromo. Yeaay! Hahah. Bromo
adalah gunung pertama yang aku daki. Bahkan di Medan aku belum pernah naik
gunung. Hohoho. Kami meyewa mobil dan seorang supir. Malam pukul 23.00, kami
berangkat. Kami curi-curi waktu istirahat di mobil. Setelah 5 jam diperjalanan
kami hampir sampai di tempat sebelum naik ke puncak.
Kami
harus menyewa mobil jeep untuk naik keatas. Ada dua tempat yang kami
kunjungi, yaitu Penanjakan untuk melihat sunrise dan puncak gunung bromo. Udara
sangat sangat dingin. Jaket aya sampai tembus dan di atas penanjakan sudah
ramai sekali. Kami sabar menunggu sunrise. Akungnya cuaca tidak begitu
mendukung. Sunrisenya malu-malu dan selalu tertutup kabut ataupun awan. Sudah
lama kami di penanjakan,kami akhirnya melanjutkan perjalanan ke puncak
bromo.
Perjalanan
ini tidak mudah, kami berjalan dari bawah hingga puncak,padahal ada penyewaan
kuda untuk keatas,tapi kami tidak menyewanya karena kami masih muda hahaha. Gak
boleh nyerah,aku sekali terduduk untuk istirahat dan mereka menyemangati aku ayoo,,naik
lagi,terus,jangan menyerah, hahaha. Aku langsung semangat dan tak memanjakan
tubuh ini untuk naik ke puncak. Kami ditemani hembusan pasir dan bau kotoran
kuda hahah. Sesampai di puncak,kami hanya bertahan 15 menit,karena hembusan
belerang yang memerihkan mata. Kami turun dan kembali ke mobil jeep. Rasanya
saat turun lebih cepat yaa, dan udara sudah panas. Rata-rata sepatu kami rusak
serta tas dan celana kami dipenuhi debu. Tak apa, tak ada yang sia-sia hahah.
Pukul
12.00 siang kami keluar dari kawasan gunung bromo dan mencari tempat makan. Di
perjalanan kami kelelahan dan tertidur di mobil. Entah berapa lama gak
tau,hahha sangking lelahannya. Akhirnya kami sampai di rumah makan yang ada
kolam ikannya,makan siang sambil main-main sama ikan hahha. Tak lama kemudian
kami kembali ke kosan mbak april dan barang-barang kami sudah siap. Setelah itu
kami mandi dan sebentar kami mengunjungi Universitas Brawijaya,saat malam
Unbraw sangat indah,ada lampu-lampu yang mengelilingi dan udara sejuk. Saatnya
kami berpisah dengan teman-teman dari Malang,Tedy,andika,mbak eny,tambah,mbak
april,ikbar,dan mbak luluk. Aku menagis malam itu, ini agak aib tapi
yahsudahlah hahha karena mereka begitu baik dan merelakan waktu,rela
mengeluarkna uang demi bisa menemani kami. Mereka sungguh sangat melekat di
hati eeakk. Mereka mengantar kami ke stasiun dan kami pun melanjutkan
perjalanan ke Jogjakarta.
Dari
stasiun Malang,kami menempuh perjalanan selama 8 jam,kita semangat sekali
karena Jogja adalah kota yang kami tunggu-tunggu . Selama perjalanan kami lebih
banyak tidur karena memang sudah malam dan sampai di Jogja pagi. Kamis ,22
oktober 2015 Kami sampai di Jogjakarta dan langsung di jemput oleh teman kami
dari Jogja bernama mbak ummatul. Kosan teman kami di daerah Ambarukmo. Kami
beristirahat sebentar dan mbak ummatul menghubungi temannya untuk menyewa mobil
untuk kami mengeksplor Jogja. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah wisata
kalibiru yang sedang hits di Jogjakarta. Ada rumah pohon yang kita bisa melihat
dari atas pemandangan yang sangat indah,ada waduk yang semuanya keliatan.
Perjalanan yang menanjak membuat kami diperjalanan menjerit karena miring dan
sangat tinggi menanjak.
Sesampai
di tempat wisata kami tentu saja berfoto dan dalam hati aku bergumam,akhirnya
sampai disini juga, melihat kaki aku akhirnya bisa menginjak wisata kalibiru
ini,yang selama ini hanya melihat dari instagram. Biayanya juga murah,hanya
Rp.5000 per orang. Setelah puas,kami pun pergi ke tempat selanjutnya yaitu
Candi prambanan, cihuuyy. Yang aku perhatikan adalah lalu lintas di Jogjakarta
tidak ribet,rata-rata adalah dua jalur,dan jarang sekali macet.
Sesampai
di candi prambanan kami berkeliling candi dan berfoto,yaiyalah hahha. Lalu kami
keliling tamannya yang masih asri. Kami juga membeli oleh-oleh khas prambanan.
Prambanan bersih dan terawat. Salut dengan perawatannya. Aku melihat banyak
orang asing atau bulek. Ada satu foto yang kami ambil dan terlihat ada satu
bule laki-laki di belakang kami ikut foto dengan pose peace hahaha.
Dari
prambanan kami lanjut ke alun-alun Jogjakarta untuk mencoba gudeg asli dari
daerah asalnya. Karena aku biasa makan gudeg kawe hahah. Ternyata rasanya lebih
enak. Disekitar alun-alun,kami jalan dan melihat suasana malam Jogja. Pukul 23.00
kami kembali ke kosan mbak ummatul. Teman yang lain ada yang menjumpai teman
mereka yang lain dan berpisah dari kami.
Jumat, 23
oktober 2015,pagi pukul 08.00 kami bergegas untuk melanjutkan petualangan haha.
Tapi,kali ini kami ditemani oleh Sachi dan temannya Takeru dari Jepang. Sachi
adalah speaker di cara APUFY dan sedang melakukan penelitian di jogja. Kami
menyewa motor disana. Aku juga kaget ada sewa motor khusus mahasiswa. Baru kali
ini aku lihat hahaha. Dapat motor dan kami menuju jalan malioboro. Sudah sah ke
Jogja kalau sudah kemari yeaayy. Kami ke toko oleh-oleh dan pasar Beringharjo.
Sungguh banyak sekali godaan. Semuanya cantik-cantik hahha. Setelah itu kami
jalan menuju keraton Jogjakarta.
Di
keraton Jogjakarta kami melihat museum dan sejarah keraton. Kami sempatkan
berfoto. Kami juga melihat pembuatan batik yang ada di belakang keraton. Waahh aku
sangat bahagia. Aku sudah mengagumi batik dan akhirnya bisa melihat
langsung, membatik, benar-benar pakai canting dan kompor tradisional. Asli
Jogjakarta. Aku lihat bukan hanya kain yang akan dijadikan pakaian,tetapi bisa
dalam bentuk lukisan yang di bingkai. Tak kalah indah.
Setelah
dari keraton, kami lanjut ke restoran yang lagi hits juga. Namanya adalah Abhayagiri
Restaurant. Lokasi yang berada di puncak membuat kami harus naik. Tetapi
sebelum sampai disana, aku dan kak bela satu motor dan kami tersesat. Rasanya
tersesat di Jogja itu sesuatu banget yaa. Kami tanya warga, google map sampai
polisi . Akhirnya kami sampai di tempat tujuan dan sudah di tunggu oleh yang
lain.
Lalu kami
menikamati suasana dan pemandangan yang ajib,indah sekali,dari atas kita bisa
melihat candi prambanan dan gunung merapi dari kejauhan. Syantiik deh pokoknya.
Sudah sore dan sachi harus mengejar pesawatnya yang berangkat sore. Kami
mengantarnya ke bandara,karena memang tidak terlalu jauh. Sungguh senang bisa
jalan-jalan di Jogja bersama mereka.
Malam
menjelang, kami kembali ke kosan dan berisitirahat. Malamnya kami ke tujuan
selanjutnya,yaitu bukit bintang. Beruntung kali ini kami dapat tumpangan
temannya kak bela. Yeeaay. Gratis lagi hahaha. Kami kebukit bintang dan suasana
malamnya sungguh indah. Namun aku jadi baper karena mirip dengan Malang. Jadi
terbawa suasana deh. Sampai di bukit bintang kami melihat pemandangan yang
gemerlap. Indah sungguh indah. Kami memesan jagung bakar dan tentu saja
berfoto.
Puas dari
bukit bintang,kami harus berpisah dengan teman mbak bela dan kami berhenti di
laun-aun jogja. Kami sempatkan minum kopi yang dimasukkan arang. Aku kepo dan
langsung wawancara sama penjualnya. Ternyata itu adalah arang kayu jati,bukan
arang sembarangan. Dan manfaatnya adalah untuk asam lambung. Aku sangat
menikamatinya,bersama dengan suasana malam yang indah. Banyak juga masyarakat
jogja yang duduk di emperan jalan untuk menikmati kuliner malamnya. Sudah larut
malam dan kami kembali ke kosan mbak umatul dengan taxi.
Sabtu, 24
oktober 2015 pukul 07.00 pagi aku sudah bersiap-siap,kak bela dan Hary sudah
duluan karena pesawat mereka berangkat lebuh dulu. Aku sempatkan sarapan
makanan dari jogja lagi,yaitu magelan dan nasi orek. Magelan itu nasi dan mie
goreng yang enak. Aku sampai bersihkan piringnya, iya habis ludes, Hahaha. Tak
lama kemudian,mbak ummatul mengatar aku ke bandara dan kami harus
berpisah, huhuhu. Perjalanan pulang harus aku tempuh dan akan sangat merindukan
malang dan jogja. Dalam hati aku bergumam,aku akan kembali lagi. Yakin Yakin
Yakin Yakin Yakin Yakin Yakin!
Sekian
cerita perjalanan aneh aku , sampai jumpa di perjalanan selanjutnya.
















Comments
Post a Comment